Platform resmi pengumpulan data korban, verifikasi dokumen, investigasi aset, dan manajemen proses hukum yang aman, transparan, dan sesuai UU Perlindungan Data Pribadi Indonesia.
Silakan pilih salah satu kasus penipuan massal aktif di bawah ini untuk masuk ke laman pendaftaran korban atau pemantauan penanganan kasus.
Investigasi kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania Group dengan ribuan jamaah telantar.
Kasus penipuan massal seringkali menemui jalan buntu karena bukti korban yang tersebar, tidak terorganisir, dan lambatnya pelacakan aset oleh pihak berwajib. ARVMS hadir sebagai jembatan legal-technology untuk mengonsolidasi klaim kerugian korban secara masif, aman, dan siap saji sebagai alat bukti hukum.
Menghimpun ribuan data korban dan rincian klaim kerugian secara tertata dalam satu basis data digital terintegrasi.
Setiap kwitansi, invoice, dan KTP korban terenkripsi dua-arah AES-256 pada Private File Storage yang tidak terakses publik.
Memetakan aliran rekening penampung agen, sisa kerugian riil korban, serta pelacakan aset dinamis oleh tim penyidik.
Mempersiapkan dokumen legal, status Laporan Polisi, dan visualisasi agregat kerugian siap saji untuk alat bukti persidangan.
Mengawal penaksiran nilai aset sitaan agensi hingga pembagian lelang dana refund korban secara adil dan proporsional.
Data ekspor bersih siap saji mempermudah kepolisian membuat berkas Laporan Polisi Kolektif.
Sistem menyaring otomatis NIK ganda atau bukti transfer palsu yang diunggah informan nakal.
Setiap akses berkas, download dokumen, dan ekspor terekam di Log sistem secara permanen.
Korban bisa memantau klaim mereka secara mandiri menggunakan kode pelacakan terenkripsi.
ARVMS didesain untuk memudahkan pelaporan dan pemantauan kasus hukum secara terpadu demi menyederhanakan birokrasi penanganan kasus.
Korban mengisi formulir klaim kerugian beserta data rekening pemulihan melalui portal publik.
Mengunggah berkas KTP, Invoice Tagihan, dan Bukti Transfer Bank ke dalam private secure vault.
Validator memverifikasi keabsahan dokumen. Sistem mendeteksi fraud dan melacak rekening tujuan agensi.
Penyidik menyita aset, tim legal mengawal gugatan hukum, dan memproses refund secara proporsional.
Didesain secara khusus untuk menangani ribuan pengaduan korban secara terstruktur dengan perlindungan data kelas militer.
Mengelola beberapa kasus hukum penipuan massal secara paralel. Setiap data di-scope secara rapi per kasus aktif.
Form pendaftaran korban multi-step mandiri yang intuitif dengan sistem proteksi Honeypot dan CAPTCHA.
Bukti pembayaran dan KTP korban tersimpan aman di direktori privat (non-public) dengan secure download streaming.
Pencatatan aset sitaan agensi beserta form tips petunjuk whistleblower untuk melacak aset tersembunyi.
Integrasi data Laporan Kepolisian (LP) dan pemantauan tahapan persidangan perdata secara transparan.
Menyaring otomatis pengaduan palsu dengan mendeteksi kesamaan nomor KTP/NIK, nominal setoran, dan hash MD5 dokumen.
Log aktivitas append-only berstandar forensik yang merekam jejak download berkas, ekspor terekam di Log sistem secara privat.
Laman pelacakan mandiri menggunakan kode acak unik bagi korban dengan timeline stepper 8-stage (PII disamarkan).
Dashboard kalkulator kerugian, nominal pengembalian dana, dan visualisasi diagram sebaran dana korban secara dinamis.
Notifikasi otomatis secara real-time via email maupun dashboard internal saat status dokumen, verifikasi, atau refund mengalami perubahan.
ARVMS dirancang dengan mematuhi sepenuhnya UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) Indonesia. Kami menyadari data korban adalah data sensitif yang rawan disalahgunakan. Oleh karena itu, arsitektur kami mengadopsi standar pengamanan kriptografi militer.
Agar laporan dan verifikasi data klaim Anda dapat diproses dengan cepat oleh tim investigator, mohon persiapkan dokumen bukti asli dalam bentuk foto atau PDF dengan kapasitas file maksimal 10MB per berkas:
ARVMS memantau perjalanan tuntutan kerugian korban secara real-time melalui timeline terpadu yang dapat dipantau mandiri tanpa login.
ARVMS menjangkau korban dari berbagai penjuru tanah air. Berikut adalah data agregasi sebaran korban dan densitas pelaporan tertinggi berdasarkan wilayah pulau besar Indonesia:
Kepercayaan Anda adalah amanah bagi kami. Berikut adalah testimonial tulus dari para jemaah dan korban penipuan massal yang terbantu memantau kasus hukumnya.
"Alhamdulillah, setelah berbulan-bulan tidak ada kepastian mengenai keberangkatan umrah kami, lewat ARVMS kami bisa mendaftarkan data kwitansi dengan rapi. Sekarang kami bisa memantau perkembangan kasus hukum PT Hanania langsung dari HP. Transparan dan aman!"
"Sebagai koordinator lapangan jemaah Jawa Barat, awalnya saya kesulitan merekap data kwitansi ribuan korban. Fitur Bulk Import CSV di platform ARVMS sangat membantu kami memetakan data kerugian jemaah dengan akurat dan cepat dalam hitungan menit."
"Awalnya saya takut data pribadi saya tersebar di internet jika mendaftar online. Tapi ARVMS membuktikan komitmennya menyamarkan NIK dan nomor kontak saya di laman tracking publik. Prosesnya legal dan sangat menghormati privasi korban."
"Ibu saya menjadi korban investasi bodong koperasi gagal bayar. ARVMS sangat membantu kami memproses klaim tanpa kerumitan birokrasi. Proses tracking stepper 8-tahap memandu kami secara berkala."
Berikut adalah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh korban penipuan massal terkait sistem pelaporan ARVMS.
Bergabunglah dengan ribuan korban lainnya. Kumpulkan bukti transaksi Anda hari ini untuk mempermudah kepolisian melacak aset pelaku dan memperjuangkan hak pemulihan Anda di pengadilan.
Untuk mendaftar sebagai korban atau mengecek status berkas, silakan pilih salah satu kasus aktif penipuan massal yang saat ini ditangani oleh platform ARVMS:
Investigasi kasus dugaan penipuan travel umrah Hanania Group dengan ribuan jamaah telantar.